Dahulu kita sering mendengar nasehat, mari kita kerja keras. Nasehat ini tidak salah, karena dibalik nasehat ini, tersirat harapan, agar kita bekerja dengan sungguh-sungguh, pantang menyerah dan penuh kepercayaan untuk mencapai tujuan.
Namun kini, nasehat tersebut rasanya perlu dilengkapi. Kita tidak hanya harus bekerja dengan keras, tapi yang jauh lebih penting adalah kita harus bekerja dengan cerdas.
Kerja cerdas mengandung makna, bahwa kita tidak sekadar mengandalkan fisik (okol) belaka untuk dengan sekuat tenaga mencapai tujuan, dilandasi sikap sungguh-sungguh, pantang menyerah dan penuh kepercayaan, Namun lebih penting dari itu, kita juga harus menggunakan pikiran (akal) untuk membimbing, mengarahkan dan mengendalikan langkah kita.
Dalam kontek manajerial, kerja cerdas maknanya kita harus mampu mengelola pekerjaan dengan berlandaskan fungsi manajemen yang lazim telah kita kenal. Kita harus merencanakan pekerjaan dengan baik, mengorganisasikan seluruh potensi yang ada dengan baik, melaksanakan pekerjaan dengan profesional, memonitor pekerjaaan yang telah kita laksanakan, hingga mengevalusi hasil pekerjaan agar dapat dilakukan perbaikan jika belum sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Dengan kerja cedas, seluruh sumber daya yang kita miliki dapat dialokasikan dengan efisien untuk mencapai tujuan secara efektif. Sebaliknya jika pekerjaan kita lakukan hanya dengan kerja keras tanpa didukung dengan kerja cerdas, maka sekalipun tujuan dapat tercapai, bisa jadi terlalu boros sumber daya yang kita korbankan. Bahkan sangat mungkin tujuan yang kita harapkan tidak dapat tercapai sesuai sesuai dengan yang telah direncanakan.
Mulai saat ini, mari kita kerja keras, sekaligus kerja cerdas.
Selasa, 14 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar