Jumat, 26 September 2008

IDUL FITRI

IDUL FITRI

Sebentar lagi IDUL FITRI .
Hari kemenangan bagi orang-orang yang telah berjuang.
Sebulan penuh menahan lapar dan dahaga.
Menahan diri dari cela dan dosa
Sucikan diri menuju derajat fitri.
Hadapkan hati tuk raih ridlo Illahi

Idul fitri.....
Indah nian rasanya.....
Penghuni bumi kembali kembali suci
Suci hatinya
Suci pikirannya
Suci perkataannya
Suci perbuatanya.
Suci amalnya

Alam semesta kian sejuk, damai penuh pesona
Kicau burung kian merdu bak nyanyian syurga.
Gemersik angin sahdu bagia puisi cinta.
Pelangi senja kian berwarna bak lukisan dewata

Tak ada lagi iri
Tak ada lagi dengki
Tak ada lagi caci maki
Tak ada lagi pelecehan harga diri

Tak da lagi korupsi
Tak ada lagi kolusi
Tak ada lagi manipulasi
Tak ada lagi saling benci

Ayah kina cinta anak istri
Ibu kian cinta anak suami
Kakak kian sayang adik, ibu dan bapak
Adik kian sayang ibu, bapak dan kakak

Majikan kian sayang pada karyawan
karyawan kian cinta pada majikan
Guru kian mengasihi murid
Murid kian menyayangi guru.

Yang kalah jadi bupati, ikhlas menahan diri
Tidak merusak, menghasut atau memprofokasi

Yang ingin jadi presiden, bisa berinstropeksi
Tidak berapi-api setiap pesaing musti dilukai
Sadar diri, tidak selalu menggebu-gebu
Ikhlas tak perlu maju, bila memang tidak mampu

Auh......
Indahnya idul fitri....
Damia bumikku....
Damai langitku
Damai alamku
Dami jiwaku
Damai kehidupanku.

Semoga ......
Semoga…..
Semoga….

Salam,
Agus Wahyudin

1 komentar:

Kang Pawiro mengatakan...

bagus puisinya bos, ini aku kasih komentar biar ratingnya naik

dari pawiro/www.mahakom1.blogspot.com